Menepati Janji

Menepati Janji. Salah satu bagian dari akhlak yang terpuji yang terpanacr dari jiwa orang yang baik serta mulia adalah dengan menepati janji. Orang yang menepati janji akan dekat dengan Allah dan manusia. Janji memang ringan diucapkan namun berat untuk ditunaikan. Betapa banyak orangtua yang mudah mengobral janji kepada anaknya tapi tak pernah menunaikannya.

Betapa banyak pula orang-orang yang dengan mudahnya berjanji untuk bertemu namun tak pernah menepatinya. Dan betapa banyak pula orang yang berhutang namun menyelisihi janjinya. Bahkan meminta udzur pun
tidak. Padahal, Rasulullah telah banyak memberikan teladan dalam hal ini termasuk larangan keras menciderai janji dengan orang-orang kafir. Janji berarti sebuah hutang yang kita ucapkan kepada seseorang atau diri sendiri yang pada dasarnya janji / hutang tersebut haruslah di tepatin atau di bayar. Itulah pengertian janji diantaranya.


Manusia dalam hidup ini pasti ada keterikatan dan pergaulan dengan orang lain. Maka setiap kali seorang itu mulia dalam hubungannya dengan manusia dan terpercaya dalam pergaulannya bersama mereka, maka akan menjadi tinggi kedudukannya dan akan meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Sementara seseorang tidak akan bisa meraih predikat orang yang baik dan mulia pergaulannya, kecuali jika ia menghiasi dirinya dengan akhlak-akhlak yang terpuji. Dan di antara akhlak terpuji yang terdepan adalah menepati janji.

Allah Subhanahu Wa Ta'ala memerintahkan hamba-Nya untuk menepati pada janji, sebagaimana tertuang dalam beberapa firman-Nya :
"Dan tepatilah janji, karena sesungguhnya janji itu akan dimintai pertanggungjawabannya "( QS. Al-Israa' (17) : 34 )
"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji.."(QS. An-Nahl(16):19)
"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu."(QS. Al-Maa'idah (5) : 1)
Dalam sebuah hadist dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wa Sallam bersabda : "Tanda orang munafik ada tiga : Bila bicara ia berdusta, Bila berjanji ia ingkar, dan bila dipercaya ia berkhianat."(HR. Bukhari (33), Muslim (59)).

Seorang mukmin tampil beda dengan munafik. Apabila dia berbicara, jujur ucapannya. Bila telah berjanji ia menepatinya, dan jika dipercaya untuk menjaga ucapan, harta, dan hak, maka ia menjaganya. Sesungguhnya menepati janji adalah barometer yang dengannya diketahui orang yang baik dari yang jelek, dan orang yang mulia dari yang rendahan. (Lihat Khuthab Mukhtarah, hal. 382-383)

Sumber : abufarras.blogspot.com

Komentar

Posting Komentar